Press "Enter" to skip to content

Pustakawan di Tengah Pandemi Virus Corona

Krisis kesehatan, sosial hingga ekonomi mulai menimpah berbagai negara. Tim medis diberbagai negara disibukkan dengan tugas merawat dan mengobati pasien yang terpapar Covid-19, banyak diantara mereka juga menjadi korban karena intensitas tinggi yang mereka lakukan didalam ruang sterilisasi bersama pasien Covid yang hampir setiap waktu bersama. Pemerintahan disetiap negara membuat kebijakan untuk penanganan penyebaran virus, upaya-upaya seperti lockdown, pembatasan wilayah, pembatasan rutinitas dengan social & physical distancing dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus.

Kondisi di Indonesia tidak kalah berat dengan negara lainnya, disini tingkat prosentase korban Covid-19 terus bertambah. Kondisi ini membuat pemerintah membuat kebijakan-kebijakan kontroversi seperti larangan mudik lebaran hingga kebijakan libur sekolah yang tentu merepotkan pihak sekolah sekaligus anak. Jikalau tenaga medis bekerja keras menyembuhkan pasien yang terpapar virus, disatu sisi mereka yang bekerja sebagai tenaga pengajar dibuat kerepotan dengan proses pembelajaran berbasis daring, perguruan tinggi dirisauhkan karena mulai muncul gelombang protes mahasiswa untuk menurunkan tarif pendidikan, dan bisa saja proses penyaringan mahasiswa baru di level perguruan tinggi swasta akan sangat terdampak akibat Covid-19.

Bagaimana dengan pustakawan?

Program WFH (work from home) yang diterapkan pemerintah dilingkungan pendidikan membuat beberapa agenda pendidikan harus direvisi ulang. Sekolah dan perguruan tinggi menutup aktifitas pengajaran sehingga civitas harus melakukan proses pembelajaran dirumah masing-masing. Perpustakaan tentu terkena imbas dari perberlakuan aturan tersebut, pustakawan terkena jadwal jaga (shift) supaya tidak terkesan perpustakaan tutup. Akan tetapi dengan kondisi tidak adanya aktifitas yang dilakukan civitas di lingkungan pendidikan maka proses pelayanan perpustakaan menjadi terhambat dan sepi karena penggunanya tidak ada. Hal ini tentu memberikan gejolak bagi para pustakawan, disatu sisi mereka ingin WFH karena dilanda ketakutan serangan Covid-19, namun dilain hal ada kewajiban tugas yang harus dikerjakan walaupun pelayanan perpustakaan ditutup. Pustakawan disatu sisi diuntungkan karena mereka dapat jatah libur, disisi lain mereka dilanda kebosanan saat di perpustakaan karena program pelayanan tidak berjalan maksimal sehingga kegiatan mereka dialihkan dengan mengerjakan program-program perpustakaan lain yang tertunda seperti halnya kegiatan dipengolahan, preservasi koleksi, membuat laporan kinerja dan lain sebagainya.

Jika melirik dari salah satu tugas perpustakaan, seharusnya pustakawan dapat memberikan tenaga dan pikirannya untuk berpartisipasi ditengah pendemi Covid-19. Tugas yang dimaksud adalah perpustakaan berperan dalam membantu pemustaka dalam melakukan penelitian dengan cara membantu menemukan informasi yang dibutuhkan oleh para peneliti. Tugas perpustakaan ini memberikan potensi bagi pustakawan untuk berpartisipasi sebagai asisten para peneliti yang saat ini sedang melakukan riset-riset strategis dibidang kesehatan, ekonomi, sosial dan lainnya berkaitan dengan pandemi Covid-19. Pustakawan dapat memiliki peran penting dalam riset strategis karena mereka memiliki keterampilan dalam menemukan informasi, menyediakan data, mengemas pengetahuan sesuai dengan kebutuhan riset. Pustakawan memiliki kelebihan karena mereka berada di perpustakaan yang didalamnya terdapat fasilitas ilmu pengetahuan yang seharusnya dapat mendukung proses penelitian. Pustakawan juga memiliki jaringan kepustakawan yang mampu menghubungkan peneliti dengan perpustakaan lain yang memiliki informasi yang dibutuhkan. Jejaring kepustakawan menjadi nilai tambah pustakawan karena mereka dapat terhubung dengan pengetahuan yang dicari melalui media jaringan informasi perpustakaan. Pustakawan memiliki paket komplit untuk menunaikan peran baru sebagai asisten peneliti, karena kapasitas pustakawan sebagai broker informasi dapat dihandalkan.

Tugas pustakawan dipengaharui juga oleh jenis perpustakaan yang ditangani, bagi mereka yang bertugas di perpustakaan perguruan tinggi tentu mereka berpeluang terlibat dalam penelitian. Bagi pustakawan yang bertugas di perpustakaan sekolah tentu memiliki iklim yang berbeda dengan di perguruan tinggi, sehingga muncul pertanyaan tentang apa yang dapat mereka perbuat ditengah pandemi virus seperti sekarang ini. Pada prinsipnya pustakawan memiliki tugas pokok penyedia jasa informasi, mereka memiliki peran dalam distribusi ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Disaat kondisi pendidikan yang sedang memberlakukan program learn at home bagi tenaga pendidik dan pelajar maka disinilah peran perpustakaan muncul sebagai alternatif media pembelajaran. Oleh karena itu pustakawan memiliki tugas menjadi distributor informasi yang mendistribusikan informasi, data dan pengetahuan kepada civitas yang sedang belajar dan bekerja dirumah.

Pada kesempatan inilah pustakawan menjadi garda utama yang bertugas menyediakan dan menyebarkan informasi kepada civitasnya masing-masing. Kebutuhan pengajar dan pelajar terhadap pengetahuan yang digunakan sebagai bahan ajar sangat tinggi namun mereka kesulitan akses karena ruang gerak mereka terbatas untuk datang ke sekolah/kampus/perpustakaan. Sudah banyak perpustakaan yang memiliki sistem otomasi, sistem inilah yang dapat dikembangkan oleh pustakawan untuk menjadi media penyebaran informasi yang tidak hanya berisi metadata saja namun juga dapat menyediakan koleksi digital yang dibutuhkan civitas. Pustakawan dapat melakukan analisis kebutuhan yang sifatnya terbatas karena pengembangan koleksi digital secara menyeluruh akan membutuhkan anggaran yang besar, sehingga koleksi digital yang disediakan dapat sebatas kebutuhan pendidikan selama melakukan tatap muka dengan media daring. Pustakawan juga dapat menyediakan pusat layanan daring melalui sistem OPAC yang tersedia atau pada website resmi perpustakaan. Pusat layanan inilah yang akan mendorong pustakawan berperan sebagai seorang customer care. Sistem ini mendukung pustakawan untuk tetap produktif walaupun sedang menjalan program Work from home. Pada dasarnya peran pustakawan ditengah adanya pandemi seperti ini sangatlah vital, pustakawan harus tetap menjaga gerbang peradaban dengan tetap melakukan pendistribusian pengetahuan kepada masyarakat penggunanya, disatu sisi pustakawan harus membantu melakukan filterisasi informasi yang bergerak cepat dimasyarakat. Pustakawan memiliki kapasitas melakukan seleksi informasi yang dapat dikonsumsi masyarakat pada situasi pandemi seperti sekarang ini, sehingga tidak muncul kegaduhan dan kecemasan di masyarakat karena terlalu banyak membaca informasi di internet tentang Covid-19.

Sumber gambar:
https://d31u95r9ywbjex.cloudfront.net/sites/default/files/styles/width_320/public/librarian_0.jpg?itok=dta-3aUh

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *