Press "Enter" to skip to content

Pemanfaatan Teknologi VR (virtual reality) di Perpustakaan

Menurut ALA, virtual reality (VR) merupakan simulasi gambar atau seluruh lingkungan yang

dihasilkan komputer yang dapat dialami menggunakan peralatan elektronik khusus, yang memungkinkan penggunanya “hadir” di lingkungan alternatif seperti di dunia nyata terhadap objek dan informasi virtual tiga dimensi (3D) dengan data tambahan seperti grafik atau suara,

atau bahasa sederhana nyaVirtual reality (VR) yang merupakan teknologi komputer untuk menciptakan simulasi imersif yang memungkinkan penggunanya dapat berinteraksi sekaligus merasa berada di dalam lingkungan yang ada dalam dunia maya.

Penggunaan teknologi VR yang paling umum sejauh ini telah berada di sektor konsumen yaitu berupa aplikasi dan player yang mudah digunakan. Perpustakaan di  Era sekarangpun telah memanfaatkan VR dalam berbagai bentuk seperti menggunakan peralatan virtual reality untuk kegiatan tur perpustakaan, inovasi bentuk layanan perpustakaan terutama layanan referensi dengan menghadirkan model directional reference, pengkayaan materi-materi literasi informasi dalam format yang dapat diakses peralatan VR dan visualisasi 3D katalog online untuk lebih jelasnya dapat di simak dalam penjelasan di bawah ini :

Penerapan Teknologi Virtual reality (VR) Di Perpustakaan

Teknologi VR yang bersifat interaktif dengan segala kelebihan dan kelemahannya tentu dapat diterapkan di perpustakaan sebagai tempat pembelajaran mandiri bagi pemustakanya. Dengan menerapkan VR ini perpustakaan, misalnya akan memberikan pembelajaran yang menarik dan interaktif melalui sebuah video. VR ini juga akan membantu pustakawan untuk mengenalkan desain dan bagian-bagian gedung perpustakaan melalui video VR.

Teknologi VR juga memberi manfaat bagi pemustaka dalam memudahkan mereka mencari koleksi di rak misalnya, atau juga bisa membantu pemustaka mencari informasi tambahan pada sebuah konten di dalam buku berikut adalah beberapa contoh pendekatan yang dapat di lakukan dengan teknologi VR di perpustakaan. :

  1. Tur perpustakaan Bentuknya berupa tur virtual perpustakaan yang bisa dilakukan untuk menunjukkan cara berkeliling perpustakaan, dan menemukan koleksi perpustakaan di rak buku dengan lebih praktis. Sebagai contoh yang dikembangkan oleh Perpustakaan Universitas Miami, memperlihatkan bahwa virtual reality dapat meningkatkan efisiensi perpustakaan saat menganalisa rak, menunjukkan apa yang salah simpan dan cepat menunjukkan bagaimana pustakawan bisa melakukannya dengan benar. Bagi pemustaka, dapat membantu dalam mencari informasi koleksi di rak buku dengan lebih cepat, dan juga memudahkan akses ke semua tempat bila secara fisik gedung perpustakaan sangat luas. Terutama bagi pemustaka difabel, pemustaka berusia lanjut dan pemustaka dengan keterbatasan fisik lain dengan mobilitas rendah.
  • Layanan Perpustakaan Sistem VR di layanan perpustakaan terutama layanan referensi dapat berfungsi sebagai directional reference bagi pemustaka. Menurut Meredith (2014) idealnya dapat melakukan 4 hal berikut ini :
  • .Memberikan arahan lokasi 3 dimensi tentang perpustakaan dan gedung perpustakaan itu sendiri
  • .Memberikan informasi visual yang mengarahkan kepada koleksi yang mereka inginkan
  • .Memungkinkan pencarian menggunakan suara (execute a voice-search)4.Menyediakan pengguna pilihan untuk mengeksplorasi konten digital yang bersifat virtual di dalam lingkungan yang nyata.
  • Literasi informasi Pemanfaatan VR dalam proses literasi informasi akan banyak berhubungan dengan pengayaan materi literasi dalam format yang bisa diakses dengan peralatan VR. Materi ini dapat berisi konten-konten yang sudah biasa ada dalam modul literasi informasi yang diperoleh dengan memproduksi sendiri atau mengeksplore materi yang sudah banyak terdapat secara online.
  • Katalog Online Sistem VR secara sederhana dapat diterapkan dalam sistem katalog online yang akan memberikan pengalaman yang berbeda kepada pemustaka, di mana pemustaka akan dituntun secara virtual dalam tampilan 3D menuju rak koleksi untuk menemukan koleksi yang dicari sebelum pemustaka tersebut benar-benar menuju ke rak koleksi secara fisik.

Tentu dengan adanya teknologi VR ini dapat memberikan  dampak yang positif  bagi pustakawan maupun pengunjung di peruspustakaan. Salah satunya dapat menarik minat pengunjung untuk datang ke perpustakaan dan ini tentu bisa menjadi daya tarik bagi perpustakaan itu sendiri.

Itulah sedikit tulisan dari saya semoga dapat menambah wawasan bagi pembaca semuanya

Sekian Arigato Gozaimasta

Referensi.

 

Jamil, M. (2018). Pemanfaatan Teknologi Virtual Reality (VR) di Perpustakaan Universitas Islam Indonesia. Retrieved Juni 28, 2020, from journal.uii

Journal.uii : https://journal.uii.ac.id/Buletin-Perpustakaan/article/view/11503/8674

American Library Accosiation. (2017). Trends. Retrieved Juni 28, 2020,from ALA

ALA : http://www.ala.org/tools/future/trends.

 

Peachey, J. (2016). Virtual reality in theLibrary. Retrieved Juni 28, 2020, from Jeff Peachey https://jeffpeachey.com/2016/01/19/virtual-reality-in-the-library/

Lambert, T. (2016, Februari). Virtual reality in the Library: Creating a New Experience. Retrieved Juni 28, 2020, from A Publication of the Public Library Association

Massis, B. E. (2015). Using virtual and augmented reality in the library. New Library World Volume 116, Issue 11/12.

Sumber gambar.

https://idcloudhost.com/wp-content/uploads/2020/05/VR3.jpg

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *