Press "Enter" to skip to content

Internet Sebagai Sarana Penelusuran Informasi Dalam Perpustakaan

Internet atau jaringan Komputer di dunia telah berkembang selama lebih dari 25 tahun, dan dalam kurun waktu tersebut, fungsinya telah berubah dari sekedar alat percobaan dan laboratorium menjadi suatu sistem yang digunakan oleh berjuta-juta orang setiap harinya. Hal yang paling menarik dari internet adalah keanggotaanya atau penggunanya. Pengguna internet tidak mengenal batas negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor-faktor lain yang biasanya dapat menghambat pertukaran pikiran.

Saat ini hamper semua orang sebagai disiplin ilmu mulai dari para ahli, guru, mahasiswa, pelajar staf perpustaskaan , dokter, pengusahan, peneliti, bahkan politisi sekalipun sudah mulai memanfaatkan internet untuk  dapat berkomunikasi dengan rekat sejawat mereka, menerima jurnal elektronik, membaca bulletin board, mengakses sistem basis data, menggunakan komputer remote dan fungsi-fungsi lainnya lebih dari itu, hamper semua aspek kehidupan sudah terlayani dengan baik oleh internet.

Menurut UU Perpustakaan Bab I pasal 1 menyatakan Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam interaksi pengetahuan. Dalam arti tradisional Perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah walaupun dapat di arti sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih di kenal sebagain sebuah koleksi besar yang di biayai dan di operasikan oleh sebuah kota atau institusi dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri.

Kehadiran internet di perpustakaan dapat membantu dan melengkpi pelayanan informasi yang tidak bisa dijangkau oleh perpustakan. Adapun manfaat internet di perpustakaan antara lain.

  1. Memperkenalkan teknologi informasi kepada pemakai
  2. Membantu tugas-rugas pustakaan dalam memberikan pelayanan informasi kepada pemakai
  3. Internet mamapu mengubah sistem pelayanan informasi perpustakaan dengan sistem jemput bola ( proactive ) dan dapat dilaksanakan dalam waktu cepat
  4. Informasi yang disediakan tidak hanya terbats pola koleksi yang dimiliki suatu perpustakaan, tetapi bentuk informasi itu bervariasi data, statistik, laporan penelitian, grafik dan lainnya.
  5. Para pemakai perpustakaan dalam waktu yang sama dapat menggunakan satu jenis bahan informasi. Cara demikian tidak mungkin dapat dilaksanakan pada pemanfaatkan pustaka berupa buku atau jurnal
  6. Memperluas pemanfaatan koleksi perpustakaan. Selama ini seolah-olah koleksi suatu perpustakaan hanya untuk anggota perpustakaan saja, tetapi dengan adanya internet, siapapun bisa menggunakannya

Sebagai sumber belajar banyak keuntungan yang bisa didapat dari penerapan teknologi informasi melalui internet untuk perpustakaan, antara lain :

  • Library automation (otomasi perpustakaan), dengan diterapkannya teknologi informasi, khususnya komputer dan jaringannya untuk otomasi atau komputerisasi perpustakaan diharapkan adanya percepatan pengadaan dan pemrosesan bahan pustaka; akurasi, percepatan, efisiensi dan konsistensi layanan, serta memberikan kemudahan, kecepatan, keakurasian penelusuran koleksi perpustakaan. Banyak aplikasi yang sengaja dirancang untuk mewujudkan otomasi perpustakaan, misalnya : DYNIX, CDS/ISIS, NCIBookman, SIMPUS, dan UNSLA.
  • Digital Library (Perpustakaan Digital)
  • Electronic Library (Perpustakaan Elektrinik)
  • Electronic Journals (Jurnal Elektronik)
  • Communication (komunikasi), dipasangknya telepon, facsimile, telex machine, internet akan dapat dimanfaatkan untuk kelancaran komunikasi antara perpustakaan satu dengan perpustakaan atau institusi lain, auatu pustakawan satu dengan pustakawan yang lain.
  • Information retrieval (akses informasi), tersedianya OPAC, CR-ROM, TV news, microfische akan sangat membantu dan memberikan keleluasaan akses infromasi.
  • Document delivery (pengiriman dokumen), dengan dipasangnya facsimile akan dapat dimanfaatkan untuk mengirim dukumen (misalnya : surat-surat, artikel) kepada yang memerlukannya.
  • Down loading dan uploanding (transfer life), dengan internet akan bisa ditransfer file-file yang diperlukan.
  • Bulletine board (pengumuman), OPAC bisa dimanfaatkan oleh purpustakaan sebagai papan pengumuman, sehingga informasi bisa diperbaharui setiap saat untuk kepentingan penyampaian informasi perpustakaan kepada penggunanya.
  • Promotion (promosi), salah satu upaya untuk mempromosikan perpustakaan adalah dengan memasukkan perpustakaan ke WEB.
  • Information dissemination (penyebaran informasi), dengan data yang ada dalam database (misalnya : jurnal dan penelitian) tentunya dengan mudah akan bisa dikelola yang kemudian disebarkan ke seluruh dunia dengan internet.
  • Discussion group (kelompok diskusi), dengan menjadi salah satu anggota kelompok diskusi akan dapat meningkatkan wawasan dan pengalaman para pustakawan, di samping itu kelompok diskusi ini bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan layanan, misalnya : menjadi anggota dari GAF-REF@UGA.BITNET (University System Reference Librarians).
  • Pleasurement (kesenangan/hiburan), dengan disediakannya videodisk/laserdisc dan TV di perpustakaan akan membantu pengguna untuk memperoleh hiburan.
  • Library’s income (dana dari masyarakat), dengan berbagai jasa yang dikembangkan oleh perpustakaan, maka akan dapat digali sumber dana dari masyarakat. Dana yang terkumpul akan bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan layanan perpustakaan yang lain, dan tidak menutup kemungkinan untuk tambahan kesejahteraan para pustakawan.
    Kesemuanya di atas tentunya untuk meningkatkan mutu layanan atau membuka jasa baru layanan perpustakaan yang tentunya akan dapat membuka isolasi dan meningkatkan citra perpustakaan.

Sumber referensi :

http://www.bpkp.go.id/pustakabpkp/index.php?p=pengertian,%20tujuan

https://www.researchgate.net/publication/331524357_

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *