Press "Enter" to skip to content

Pelayanan Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi

Jika dulu kita membaca berita dari lembaran kertas seperti koran atau majalah, kini kita membacanya melalui layar alat komunikasi seperti telepon genggam yang selalu kita bawa kemana saja. Transfer ilmu pengetahuan pun semakin cepat, namun berubah bentuk. Perkembangan teknologi informasi (selanjutnya disebut TI) yang semakin pesat membawa perubahan pada berbagai sektor kehidupan, termasuk juga pada dunia perpustakaan.

Lalu, bagaimana dengan keberadaan perpustakaan pada saat ini? Apakah peran dan fungsi perpustakaan itu sendiri masih dibutuhkan di jaman ini?

Fungsi dan  Peran Perpustakaan

Secara umum peran perpustakaan diantaranya:

  • Sebagai media antara pemakai dengan koleksi sebagai sumber informasi pengetahuan.
  • Sebagai lembaga pengembangan minat dan budaya membaca serata pembangkit kesadaran pentingnya belajar.
  • Sebagai agen perubahan, pembangunan dan kebudayaan manusia
  • Sebagai motivator, mediator dan fasilisator bagi penggunakan dalam mencari dan mengembangkan ilmu
    pengetahuan dan juga pengalaman.
  • Sebagai pengembang komunikasi antara penggguna dengan penyelenggara.

Adapun fungsi perpustakaan yaitu:

  • Fungsi Penyimpanan

Perpustakaan berfungsi menyimpan koleksi atau informasi karena tidak mungkin semua koleksi dapat dijangkau oleh perpustakaan.

  • Fungsi Informasi

Perpustakaan berfungsi menyediakan berbagai informasi untuk masyarakat.

  • Fungsi Pendidikan

Perpustakaan menjadi tempat dan menyediakan sarana untuk belajar baik dilingkungan formal maupun non formal.

  • Fungsi Rekreasi

Di perpustakaan masyarakat juga dapat menikmati rekreasi kultural dengan membaca dan mengakses berbagai sumber informasi hiburan seperti cerita rakyat, puisi dan lain sebagainya.

  • Fungsi Kultural

Perpustakaan berfungsi untuk mendidik dan mengembangkan apresiasi budaya masyarakat melalui berbagai aktifitas, seperti pameran, pertunjukkan, bedah buku, mendongeng, seminar dan lain sebagainya.

Pelayanan perpustakaan

Menurut nasution (1990: 139),”perpustakaan adalah pelayanan. Pelayanan berarti kesibukan. Bahan pustaka harus sewaktu-waktu tersedia bagi mereka yang memerlukannya …”

Fungsi layanan perpustakaan yaitu Memberikan informasi untuk penelitian, rekreasi, dan mengembangkan pendidikan. Tujuan perpustakaan, agar bahan pustaka yang sudah di olah dapat sampai ke tangan pembaca.  Jadi fungsi layanan perpustakaan adalah mempertemukan pembaca dengan bahan pustaka yang mereka minati.

Perpustakaan saat ini dituntut mampu berubah mengikuti perubahan sosial pemakainya. PerkembanganTeknologi Informasi (TI) telah banyak mengubah karakter sosial pemakainya. Perubahan dalam kebutuhaninformasi, berinteraksi dengan orang lain, berkompetisi, dan lain-lain. Pada akhirnya semua itu berujung pada tuntutan pemakai agar perpustakaan tidak hanya sekedar tempat mencari buku atau membaca majalah, tetapi menjadi semacam one-stop station bagi mereka

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi atau Information and Comunication Technology (ICT) telah membawa perubahan dalam berbagai sektor, termasuk dunia perpustakaan. Jika dulu pemakai perpustakaan sudah puas dengan layanan baca di tempat dan peminjaman buku perpustakaan saja, saat ini layanan perpustakaan tidak cukup lagi hanya dua macam layanan tersebut. Pemakai perpustakaan sekarang sudah menuntut jenis-jenis layanan lain, seperti layanan informasi terbaru (current awareness services), layanan informasi terseleksi (selective dissemination of information), layanan penelusuran secara online, layanan penelusuran dengan CD-ROM, dan lain-lain. Selain tuntutan terhadap jumlah layanan yang makin banyak, mutu layanan pun dituntut lebih baik. Dalam rangka peningkatan mutu dan jumlah layanan inilah, peran teknologi informasi dan komunikasi sangat dibutuhkan. Dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, kita dapat melakukan layanan yang cepat dengan jangkauan layanan yang lebih luas serta mutu yang lebih baik.

Perkembangan dari penerapan teknologi informasi dan komunikas dapat diukur dengan telah diterapkannya/ digunakannya sebagai Sistem Informasi Manajemen (SIM) perpustakaan dan perpustakaan digital . Sistem Informasi Manajemen (SIM) perpustakaan merupakan pengintegrasian antara bidang pekerjaan aministrasi, pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, pengolahan, sirkulasi, statistik, pengelolaan anggota perpustakaan, dan lain-lain. Sistem ini sering dikenal juga dengan sebutan sistem otomasi perpustakaan. Dengan penerapan SIM ini secara langsung merubah paradigma layanan perpustakaan. Layanan perpustakaan yang dulunya off-lineberubah menjadi on-line. Di sini Perpustakaan harus mampu merancang layanan perpustakan yang memungkinkan akses terhadap sumber-sumber informasi (information resources). Hal ini mengisyaratkan bahwa pemanfaatan perpustakaan tidak lagi bergantung pada visitasi pemakai perpustakaan atau bertumpu pada kunjungan secara fisik semata, tetapi pemanfaatannya dapat dilakukan setiap saat dan dari berbagai tempat dimanapun pengguna berada.

Ada dua hal utama yang perlu diperhatikan dalam memberdayakan perpustakaan sebagai upaya meningkatkan layanan perpustakaan berorientasi pengguna berbasis teknologi yaitu:

1. Ditinjau dari segi sarana dan prasarananya termasuk gedung dan lokasi

2. Ditinjau dari segi SDM yang mengelola perpustakaan tersebut

Secara garis besar, dua hal di atas bisa dijelaskan sebagai berikut.

1. Ditinjau  dari segi sarana dan prasarananya termasuk gedung dan lokasi

Gedung perpustakaan hendaklah menarik dari segi arsitektur dan mudah dijangkau. Penggunaan warna juga bisa merupakan daya tarik yang akan membangkitkan minat baca pengguna. Selain itu sarana dan prasarana pendukung layanan perpustakaan hendaklah didukung oleh Teknologi Informasi (TI) yang akan sangat membantu perpustakaan memperbaiki kalitas dan jenis layanan.  Minimal sebuah perpustakaan harus memiliki :

  1. Jaringan Lokal (LAN , Local Area Network) berbasis TCP/IP
  2. Akses ke internet yang cepat bagi pustakawan untuk mengakses informasi eksternal perpustakaan beserta perangkatnya.
  3. Komputer untuk pengguna untuk mengakses informasi layanan perpustakaan berikut database persediaan koleksi yang dimiliki perpustakaan tersebut. Ditambah lagi Pustakawan menyediakan akses hanya ke sumber-sumber yang dapat dipercaya kualitasnya. Caranya dengan membuat portal atau pintu masuk ke sumber-sumber yang telah terseleksi misalnya Virtual libraries subject-based gateways.
  4. Koleksi dalam multi format baik dalam bentuk tercetak, multimedia, digital, hypertext berikut sarana untuk mengakses koleksi tersebut
  5. Adanya fasilitas digital dan internet, Fasilitas digital dan internet memungkinkan pengguna perpustakaandapat memanfaatkan informasi yang dimiliki perpustakaan tanpa mengenal waktu dan jarak. Homepageperpustakaan dapat menyajikan data bibliografis dan abstrak dari jurnal-jurnal penelitian (kalau memungkinkan dalam bentuk full text), pendidikan pemakai, berita-berita perpustakaan, informasi lokal (universitas, kota), pameran online, media komunikasi dengan pengguna (saran dan kritik), hubungan dengan situs lain, dan sebagainya.
  6. Hot Spot

Hot Spot berarti menyediakan layanan internet bebas untuk suatu lingkungan yang terbatas, sebagai contoh di sekitar gedung perpustakaan. Dengan memiliki hot spot perpustakaan menyediakan jasa penelusuran internet yang dapat diakses oleh pengguna dari Laptop/Note Book yang biasa dibawa oleh pengguna, dengan syarat memiliki LAN Card Wireless.

2. Ditinjau dari segi SDM yang mengelola perpustakaan tersebut

Dalam menghadapi tuntunan kebutuhan pengguna perpustakaan yang semakin tinggi dan beraneka ragam, maka perpustakaan perlu mempersiapkan pustakawan yang profesional. Jika pustakawan ingin disebut profesional, maka pustakawan perlu memiliki ”skill”, ”knowledge”, kemampuan (ability), serta kedewasaan psikologis (Ratnaningsih, 1998). Namun dalam prakteknya sampai sejauh ini pustakawan Indonesia belum bisa dikatakan mampu untuk menjadi profesional (ideal pun belum ) bahkan masih sangat jauh dari konsep ideal. Sebagai pustakawan profesional, kita perlu mengikuti perkembangan dan informasi mutakhir dalam bidang Pusdokinfo.

Perkembangan TI mengakibatkan semua bidang pekerjaan perpustakaan tidak ada lagi yang tidak mendapat sentuhan ”keajaiban” TI. Keilmuan perpustakaan pun saat ini dituntut mampu mengikuti perubahan sosial pemakainya. Perubahan dalam kebutuhan informasi, perubahan dalam berinteraksi dengan orang lain, dan dalam berkompetisi. Pustakawan perlu menyadari bahwa perlu ditumbuhkan suatu jenis kepustakawanan dengan paradigma-paradigma baru yang mampu menjawab tantangan media elektronik tanpa meninggalkan kepustakawanan konvensional yang memang masih dibutuhkan (hybrid library). Hanya dengan sumber daya manusia (SDM) dalam hal ini tenaga pengelola perpustakaan dan tenaga fungsional pustakawan yang berkualitaslah (melalui keilmuannya) kita bisa membangun paradigma kepustakawanan Indonesia. Oleh karena itu profil pustakawan diharapkan :

  1. Berorientasi kepada kebutuhan pengguna
  2. Mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik
  3. Mempunyai kemampuan teknis perpustakaan yang tinggi
  4. Mempunyai kemampuan pengembangan secara teknis dan prosedur kerja
  5. Kemampuan berbahasa asing yang memadai terutama bahasa Inggris
  6. Mempunyai kemampuan melaksanakan penelitian di bidang perpustakaan.
  7. Mempunyai kemampuan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, antara lain:
  8. Kemampuan dalam penggunaan komputer (computer literacy)
  9. Kemampuan dalam menguasai basis data (database)
  10. Kemampuan dalam penguasaan peralatan TI (tools and technological skill)
  11. Kemampuan dalam penguasaan teknologi jaringan (computer networks)
  12. Kemampuan dalam penguasaan internet dan intranet

Sumber :

http:/www.pemustaka.com

http:/www.pelajaran.co.id/pengertian-perpustakaan-fungsi-peran-tujuan-jenis

http:/www.kompasiana.com/Humaniora

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *