Press "Enter" to skip to content

Mengembangkan Fungsi Balai Kelurahan Menjadi Balai Pengetahuan Covid-19

Sosialisasi tentang Covid-19 tentu telah dilakukan pada tingkat kabupaten/kota hingga tingkat kelurahan, selain itu gerakan-gerakan peduli Covid-19 juga mulai berdatangan dengan penawaran bantuan sosial bagi warga yang berdampak Covid-19. Gerakan sosial dan intensitas penanganan pasien positif Covid-19 telah dilakukan sangat keras oleh pihak-pihak tertentu, sebagai contoh di Kota Surabaya memberlakukan program Kampung Tangguh “Wani Jogo” sebagai salah satu program pencegahan penambahan kasus Covid-19 di tingkat kelurahan yang ada di Kota Surabaya. Kebijakan penanganan Covid-19 di berbagai daerah juga mulai dikerjakan dan dijalankan dengan menggunakan pendekatan demografi-geografis sesuai kondisi daerah masing-masing,

Pemberitaan mengenai Covid-19 memang sangat tinggi, ribuan bahkan jutaan informasi tentang Covid-19 tersebar luas melalui internet dan menimbulkan bias informasi karena tidak semuanya memiliki akurasi dan validasi yang baik. Informasi sangat mempengaruhi cara pandang masyarakat terhadap Covid-19, oleh karena itu dibutuhkan keterampilan membaca dan menguraikan makna yang baik untuk mendapatkan intisari dari informasi yang diperoleh. Kecenderungan masyarakat saat ini adalah menyebarkan informasi sebelum membaca maksud dari isi informasi tersebut. Hal seperti ini yang memicu adanya gesekan ditengah paniknya masyarakat karena adanya pandemi Covid-19. Pemerintah tentu harus memikirkan untuk membuat kebijakan tambahan terutama perihal penguatan pemahaman masyarakat terhadap informasi Covid-19, salah satu yang diperlukan pada masalah ini adalah penguatan budaya literasi. Covid-19 tidak hanya dilawan dengan melakukan pembatasan sosial ataupun protokol kesehatan, akan tetapi masyarakat dapat melawan Covid-19 dengan menjalankan program penguatan literasi Covid-19 ditingkat keluarga hingga kelurahan.

Selama ini masyarakat kurang mendapatkan bantuan dalam bentuk konseling terhadap informasi dan sumber-sumber informasi yang memberitakan Covid-19. Oleh karena itu diperlukan strategi khusus supaya pola pemahaman masyarakat semakin terbuka terhadap Covid-19 sehingga warga dapat mengatur pola hidupnya secara mandiri dan menularkan virus literasi kepada warga lainnya supaya memiliki keinginan untuk meningkatkan budaya literasi. Salah satu cara yang dapat dijalankan pada lingkup kelurahan yaitu dengan megoptimalkan fungsi balai desa sebagai pusat pengetahuan Covid-19. Masyarakat yang penasaran terhadap virus ini dapat datang ke balai pengetahuan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sementara itu pengelola balai pengetahuan dapat memberikan fasilitas bagi warga berupa konseling, pendidikan Covid-19, dan beberapa informasi lain tentang Covid-19 .

Balai pengetahuan akan bermanfaat bagi warga kampung karena balai kelurahan merupakan sentral aktivitas pertemuan warga dan kegiatan administrasi warga dilakukan disana, oleh karena itu dengan pengembangan balai kelurahan menjadi balai pengeteahuan Covid-19 maka kemungkinan warga dapat mendapatkan informasi yang kebaruan dan akhurat. Pihak kelurahan harus menjalin kerjasama dengan akademisi, dan praktisi untuk memberikan pengetahuan yang tepat kepada warga apabila melakukan pengembangan fungsi balai kelurahan, upaya ini dilakukan untuk mengajak masyarakat peduli untuk memahami fenomena Covid-19 secara holistik mulai dari segi historis hingga pada dampak sebarannya. Balai kelurahan dapat disulap menjadi wadah episentrum pengetahuan baru berisikan informasi dari sumber informasi primer yang kompeten dan ahli dibidangnya. Masyarakat yang saat ini terjebak pada iklim pandemi Covd-19 perlahan mengalami kegelisahan yang tinggi karena rutinitas mereka menjadi lebih terbatas bahkan Covid-19 berdampak pada penghasilan masyarakat yang bekerja.

Masyarakat tidak hanya harus melaksanakan kewajiban mematuhi kebijakan protokol kesehatan, namun mereka juga membutuhkan dukungan untuk memahami permasalahan Covid-19 mulai dari konsep hingga dampak signifikan dari virus ini. Salah satu dukungan yang dapat diberikan adalah dengan bersama-sama meningkatkan literasi pada masing-masing personal dengan membangun sarana pengetahuan bagi warga seperti mengembangkan balai pengetahuan pada tingkat kelurahan. Masyarakat harus mendapatkan hak mereka untuk hidup aman dan nyaman ditengah pandemi Covid-19, oleh karena itu bantuan material dan pengetahuan harus mereka dapatkan secara tepat.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *