Press "Enter" to skip to content

PERAN PUSTAKAWAN DALAM MENINGKATKAN CITRA PERPUSTAKAAN MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN

Perpustakaan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat  yang merefleksikan perubahan yang terjadi di masyarakat. Secara umum , perpustakaan adalah suatu tempat yang di dalamnya terdapat kegiatan menghimpun , mengelolah, dan menyebarluaskan segala macam informasi baik yang tercetak maupun yang terekam dalam berbagai media seperti buku, majalah, surat kabar, film ,tape recorder, video , komputer dan lain –lain (yusuf dan suhendara, 2005:1).  Konsep perpustakaan yang konvesional mengalami perubahan secara dramatik pada beberapa tahun belakangan ini. Di negara – negara yang sudah maju, informasi yang ada pada perpustakaan dapat di akses di rumah, di kantor, di ruangan kuliah atau di tempat lain dan pada waktu kapanpun kita mau.

Berkat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang telah menyebar  kesemua aspek kehidupan , memberikan tuntutan kepada semua pihak agar mampu menciptakan sebuah perpustakaan yang ideal sesuai  dengan zaman dan kebutuhan penggunanya. Perkembagan teknologi informasi melahirkan sebuah perpustakaan berbasis komputer. Penerapan teknoloi informasi di perpustakaan saat ini sudah menjadi sebuah ukuran untuk mengetahui tingkat  kemajuan dari sebuah perpustakaan. Penerapan teknologi secara langsung  dan tidak langsung dapat meningkatkan citra dan kinerja sebuah perpustakaan apabila penerapannya benar dan tepat.

Penerapan teknologi informasi di perpustakaan tidak lepas dari peran penting  pustakawan . Pustakawan sebagai penggerak roda mekanisme aktivitas kinerja perpustakaan di tuntun untuk memberikan pelayanan secara prima, maka pustakawan harus berkemampuan mengikuti  perkembangan jaman yang telah menuju ke arah digitalisasi.  Peningkatan  serta penguatan      citra      perpustakaan      pada realitasnya tidak dapat terpisahkan dengan kemajuan   jaman,   sehingga   pustakawan dituntut   memiliki berbagai   kemampuan sesuai era revolusi   industri   4.0,   agar pustakawan  bisa  mewujudkan  citra  ideal perpustakaan. ra revolusi  industri  4.0,  yang  mana  segala aspek    kehidupan    sudah    mengarah    ke digitalisasi.

Peningkatan    citra perpustakaan    ialah kemampuan perpustakaan dalam menggerakan    dan    memberdayagunakan semua sumber daya  yang dimiliki, dengan melaksanakan berbagai perubahan yang bersifat    fundamental    pada    paradigma, kebiasaan,     norma     serta nilai kultur organisasi  perpustakaan,  yang  senantiasa mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.       Adapun       perubahan       itu dilakukan    dalam    rangka memberikan pelayanan      prima pada pemustaka, menggunakan  etos layanan cepat,  tepat serta dapat. Peningkatan citra perpustakaan bertujuan mewujudkan        tercapainyaoyalitas     pemustaka.Hakekatlevelloyalitas   pemustaka yang   tinggi adalahsebagai       indikator,yang mampu memberikan  gambaran  citra  perpustakaan bersifat positif konstruktif dalam masyarakat.(Bakhtiyar, 2018:77)

Citra          sebuah          perpustakaan merupakan  kesan  kuat  ditangkap  dan  melekat pada para            pemustaka            terhadap perpustakaan. Apabila     perpustakaan     dan pustakawan ingin mempunyai    citra    yang baik  dan  ingin  mendapatkan  apresiasi  positif dalam masyarakat, maka harus mampu untuk

menunjukan atau menampilkan        role peformance yang  baik  dan  prestasi  yang menonjol,  sesuai  kode  etik  pustakawan  secara konsisten. Sebab citra perpustakaan yang positif  hanya  dapat  dibangun  dengan  melalui proses interaksi       yang       panjang       serta komunikasi   interpersonal,   yang   mana   para pemustaka mempersepsi       perpustakaan dan pustakawan ataupun     sebaliknya.

https://journal.uwks.ac.id/index.php/Tibandaru/article/view/903

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *