Press "Enter" to skip to content

Teknologi membantu Perpustakaan Di Masa Pandemi

Keadaan pandemi yang terjadi saat ini menuntut manusia untuk dapat mengikuti perkembangan zaman. Selain untuk bertahan hidup, manusia saat ini dituntut untuk selalu update teknologi. Terjadinya pandemi Covid-19 ini dapat dikatakan memaksa manusia untuk lebih memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Hal tersebut juga terjadi di lingkup perpustakaan.

Perpustakaan memiliki tugas pokok yang telah dituliskan pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan pada Pasal 4 disebutkan bahwa “Perpustakaan bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa”. Dari situlah diharapkan perpustakaan dapat memenuhi tugas pokoknya meskipun sedang berada di tengah pandemi seperti saat ini.

Selain itu, terjadinya pandemi saat ini dapat dikatakan sedikit mengubah pola kehidupan antar masyarakat seperti pada instansi pendidikan yang melakukan kegiatan belajar mengajar secara online dan beberapa instansi pekerjaan melakukan kegiatan bekerja secara online. Efeknya pada teknologi sangat besar seperti salah satunya yaitu munculnya bermacam-macam aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran atau pertemuan online. Begitu pula dalam lingkup perpustakaan, perlahan-lahan tidak memerlukan waktu satu tahun tidak sedikit perpustakaan yang mulai menerapkan perpustakaan digital serta memanfaatkan aplikasi yang dapat membantu pekerjaan perpustakaan dalam masa pandemi Covid-19. Hal tersebut terjadi dikarenakan masyarakat saat ini sedang dihimbau untuk tidak melakukan kegiatan berkerumun sedangkan pada faktanya perpustakaan merupakan tempat berkumpul dan bertemunya banyak orang.

Lalu, bagaimana sebuah perpustakaan dapat menjalankan tugasnya apabila pemustaka sebagai konsumennya memiliki pergerakan yang sangat minim? Dari sinilah adanya teknologi saat ini sangat membantu perpustakaan untuk tetap bertahan memberikan layanan kepada pemustaka secara maksimal. Berikut beberapa solusi yang dapat ditawarkan kepada perpustakaan agar mereka tetap dapat melayani pemustaka, diantaranya:

1. Mulai menggunakan e-library pada perpustakaan yang sedang dikelolanya;

2. Memanfaatkan media sosial untuk saling sapa dan mengupdate informasi, sehingga pemustaka dapat selalu mendapatkan update dari perpustakaan;

3. Melakukan kegiatan pelayanan dengan berbasis teknologi, seperti : peminjaman, pengembalian, perpanjangan serta pemesanan koleksi yang akan dipinjam;

4. Mengadakan kegiatan pelatihan/workshop/kelas untuk pemustaka (sama seperti sebelumnya) secara online dengan menggunakan aplikasi rapat online.

Beberapa solusi di atas telah banyak digunakan oleh perpustakaan-perpustakaan pada umumnya saat ini, seperti Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Perpustakaan Universitas Airlangga, dan perpustakaan lainnya. Dengan mengaplikasikan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi perpustakaan dapat melaksanakan tugas pokoknya walaupun sedang berada di tengah-tengah pandemi.

Daftar Pustaka:

Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tentang Perpustakaan. 2007

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *